GUNUNG ALAM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Alam II menghentikan sementara kegiatan operasionalnya. Penghentian tersebut berdampak pada delapan sekolah yang selama ini menjadi wilayah pelayanan SPPG Gunung Alam II.
Kepala SPPG Gunung Alam II, Alpiansyah, membenarkan penghentian sementara operasional tersebut. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini belum dapat dipastikan kapan pelayanan kepada sekolah-sekolah tersebut akan kembali berjalan.
“Iya benar. Delapan sekolah dan 2 Tim Pendamping Keluarga yang kami tangani berhenti operasional sementara sampai waktu yang belum ditentukan,” ujar Alpiansyah, Senin (2/11/2026).
Pernyataan tersebut memastikan bahwa untuk sementara waktu, aktivitas pelayanan SPPG Gunung Alam II kepada delapan sekolah yang berada dalam cakupannya tidak berjalan seperti biasanya. Namun, Alpiansyah belum menyampaikan secara terperinci penyebab penghentian operasional tersebut maupun kepastian waktu dimulainya kembali pelayanan.
Penghentian sementara ini menjadi perhatian karena keberadaan SPPG berkaitan dengan pelayanan pemenuhan gizi bagi peserta didik di sekolah-sekolah yang menjadi sasaran program. Kondisi tersebut diharapkan segera memperoleh kejelasan agar pihak sekolah, peserta didik, dan orang tua dapat mengetahui langkah selanjutnya.
Sejumlah orang tua siswa yang mengetahui penghentian sementara tersebut berharap pelayanan dapat kembali berjalan dalam waktu dekat. Mereka menilai keberlanjutan program pemenuhan gizi penting untuk mendukung kebutuhan peserta didik, terutama bagi anak-anak yang selama ini menerima manfaat dari layanan tersebut.
Salah seorang orang tua siswa mengatakan bahwa penghentian sementara operasional SPPG tentu menimbulkan pertanyaan di kalangan orang tua murid. Menurutnya, informasi mengenai penyebab penghentian dan rencana kelanjutan pelayanan perlu disampaikan secara terbuka.
“Kami berharap ada penjelasan yang pasti. Kalau memang sementara berhenti, tentu kami ingin tahu apa penyebabnya dan kapan kira-kira pelayanan bisa kembali berjalan,” ujarnya.
Warga lainnya juga berharap agar persoalan yang menyebabkan terhentinya operasional SPPG Gunung Alam II dapat segera diselesaikan. Ia menilai koordinasi antara pengelola SPPG, pihak terkait, dan sekolah perlu dilakukan agar peserta didik tidak terlalu lama kehilangan akses terhadap layanan pemenuhan gizi.
“Program seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak. Karena itu, kami berharap penghentian ini tidak berlangsung terlalu lama dan ada solusi agar pelayanan bisa dilanjutkan,” katanya. (Red)























