BENGKULU UTARA – Keluhan dari masyarakat terkait tidak adanya saluran drainase di Pasar Purwodadi menjadi topik hangat oleh para pedagang dan masyarakat yang tinggal diseputaran Pasar Purwodadi Kecamatan Kota Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara, terlebih lagi ketika memasuki musim penghujan seperti akhir – akhir ini, suara protes masyarakat kian marak dan kian lantang terdengar.

Mengapa demikian.? bagaimana tidak, tak jarang didapati ketika hujan deras tiba lokasi Pasar Purwodadi yang awalnya menjadi pusat jual beli masyarakat, seketika berubah bak aliran sungai, ada yang menggenang, sekedar becek, bahkan tak pelak air hujan mengalir deras di tengah dagangan para pedagang.
Menelisik polemik ini, Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Utara, memberikan perhatian langsung. Ketua komisi 3 DPRD Bengkulu Utara, Edi Putra beserta anggota, melakukan Rapat Dengar Pendapat atau hearing dengan dinas terkait yang dirasa memiliki wewenang terkait masalah yang ada, agar tak menimbulkan spekulasi beragam diantara pedagang dan masyarakat, serta dapat menemukan jalan keluar.

Tampak hadir dalam gelaran Rapat Dengar Pendapat tersebut yakni, Dinas Perdagangan Bengkulu Utara, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bengkulu Utara dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkulu Utara, di ruang Komisi Gabungan, Selasa, 11/03/2025.
Ketua Komisi 3, Edi Putra menjelaskan, bahwa dari hasil Rapat Dengar Pendapat yang digelar secara tertutup tersebut, diketahui bahwa saluran drainase Pasar Purwodadi diwacanakan akan segera dibangun pada tahun 2025 ini, Edi menjelaskan, bahwa hal ini diketahui setelah mendengar langsung pemaparan dari Dinas PUPR bahwa pembangunan tersebut telah diwacanakan ditahun ini.
“Berdasarkan hasil hearing yang kita laksanakan tadi, Komisi 3 bersama dengan yang lainnya telah mendengarkan penjelasan dari Kepala Dinas PUPR BU, bahwa anggaran terkait pembangunan saluran drainase tersebut telah dianggarkan dalam APBD murni tahun 2025 ini. Sehingga pembangunan drainase yang ditujukan untuk pencegahan banjir di Pasar Purwodadi, tentunya akan segera dibangun pada tahun ini juga,” terang Edi Putra selepas melaksanakan hearing.
Edi Putra berharap, pembangunan saluran drainase ini dapat segera dilaksanakan, mengingat dampak yang dialami, dirasakan oleh pedagang maupun masyarakat dilingkungan pasar Purwodadi, meskipun saat ini tak berdampak besar terhadap kerusakan dengan nilai kerugian yang fantastis, namun dari segi kenyamanan dan keamanan para pedagang dan masyarakat yang harus diprioritaskan.
“Saat ini mungkin belum berdampak pada kerugian yang sangat besar, tapi ditakutkan jika dibiarkan berlama – lama, hal ini bisa berdampak pada hal – hal yang tidak kita harapkan, harapan kita, saluran drainase ini dapat segera terealisasi dan masyarakat khususnya para pedagang dapat merasakan kenyamanan dan keamanan serta adanya peningkatan perekonomian, mengingat kenyamanan kondisi lingkungan pasar juga diharapkan dapat berdampak pada peningkatan jumlah pembeli nantinya,” ungkap ketua Komisi 3.
Disilain, Kepala Dinas PUPR Bengkulu Utara, Munadi, juga menerangkan, bahwa pekerjaan pembangunan drainase tersebut akan segera dimulai setelah selesai proses lelang dan relokasi pasar, hal ini dilakukan mengingat masih adanya para pedagang yang memiliki kios jualan diatas lokasi drainase. Ia juga menerangkan, terkait anggaran yang dikucurkan melalui APBD murni, lebih kurang sekitar Rp 6 Miliar, namun ia mengungkapkan, dari 6 Miliar tersebut tidak hanya difokuskan kepada drainase saja, namun juga untuk pembangunan jalan dalam lingkungan pasar.
“Semoga tidak ada aral melintang, dan pembangunan ini nantinya dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya,” harapnya. (Adv)
























