Tajam.co.id, Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu terus berinovasi dalam mengatasi praktik parkir liar yang selama ini menjadi salah satu penyumbang kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terobosan terbaru yang mulai diujicobakan adalah sistem parkir berbasis barcode, yang akan diberlakukan secara menyeluruh dalam waktu dekat.

Uji coba sistem ini dimulai pada kawasan Festival Tabut 2025 di Sport Center Pantai Panjang, yang setiap tahunnya ramai dikunjungi ribuan warga dan wisatawan. Sistem barcode ini digagas langsung oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, sebagai upaya membenahi sistem retribusi parkir agar lebih tertib dan transparan.

“Dengan menggunakan sistem barcode, maka secara tidak langsung akan mengurangi praktik curang yang dilakukan oleh oknum juru parkir yang menarik retribusi di luar ketentuan Perda,” ujar Dedy, Senin (1/7/2025).

Dedy mengakui, pada momen-momen keramaian seperti Festival Tabut, praktik penarikan tarif parkir yang melebihi aturan kerap terjadi. Oleh karena itu, sistem barcode dirancang untuk memberikan kontrol dan identifikasi yang jelas terhadap juru parkir resmi.

“Rencananya begitu. Jadi, masyarakat tidak perlu membayar jika juru parkir tidak memiliki barcode resmi. Itu salah satu bentuk perlindungan kepada warga,” tegasnya.

Selain mengatur tarif, sistem barcode juga berfungsi sebagai sarana pelaporan masyarakat. Nantinya, barcode yang dimiliki oleh juru parkir bisa dipindai warga dan langsung terhubung ke sistem pengaduan online apabila ditemukan praktik pungutan liar (pungli) atau ketidaknyamanan lainnya.

“Parkir itu sudah punya SPT (Surat Perintah Tugas). Dengan sistem ini, masyarakat bisa scan barcode dan langsung melaporkan jika ada jukir yang menyalahi aturan,” terang Dedy.

Dedy juga menegaskan bahwa setelah uji coba ini berjalan efektif, Pemkot akan melanjutkan penertiban secara menyeluruh terhadap juru parkir liar di Kota Bengkulu.

“Kami akan menertibkan seluruh jukir agar tidak ada lagi yang menaikkan tarif parkir sembarangan. Tarif resmi harus ditaati,” ujarnya.

Dirinya berharap, sistem barcode ini dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan parkir di Kota Bengkulu dan mendukung peningkatan PAD secara signifikan.

“Biasanya setiap Tabut, tarif parkir suka dinaikkan. Sekarang kami awasi, dan hasilnya sudah mulai membaik,” tutup Dedy. (**)