Jakarta – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf) Irene Umar menyebut film Komang sebagai contoh kolaborasi subsektor ekraf yang baik. Wamenekraf Irene turut mengatakan dukungan publik diperlukan agar industri film terus berkembang.
Wamenekraf Irene Umar hadiri Gala Premier film Komang, dukung kolaborasi industri kreatif dan perfilman Indonesia, Epicentrum XXI, Rabu (19/03/2025).
“Film Komang menunjukkan bagaimana film dan musik dapat saling menginspirasi dan memperkuat ekosistem industri kreatif. Kolaborasi seperti ini perlu terus didorong agar perfilman Indonesia semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar global,” ujar Wamenekraf Irene saat menghadiri Gala Premier film Komang di Epicentrum XXI, Jakarta pada Rabu, 19 Maret 2025.
Film Komang, yang disutradarai oleh Naya Anindiya, merupakan film hasil adaptasi dari musik karya Raim Laode yang mengangkat kisah cinta antara Ode, pemuda asal Buton, Sulawesi Tenggara, dan Ade sebagai seorang pendatang dari Bali. Kisah mereka yang penuh kebahagiaan harus menghadapi berbagai tantangan yang menguji keteguhan cinta mereka. Film ini menjadi salah satu contoh kolaborasi antara industri film dan musik karena terinspirasi dari lagu populer berjudul sama.
Dalam testimoninya, Wamenekraf Irene menegaskan pentingnya sinergi antara subsektor industri kreatif. Selain mendukung kolaborasi antarsubsektor, Kemenekraf juga berperan dalam amplifikasi promosi film Komang melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk owned media dan kemitraan strategis dengan key opinion leaders (KOL).
Kehadiran pemerintah dalam acara ini juga bertujuan mempererat hubungan dengan pelaku industri kreatif serta memberikan testimoni positif bagi film Indonesia agar semakin dikenal luas. Irene Umar menambahkan bahwa film ini tidak hanya sekadar adaptasi dari lagu populer, tetapi juga berbasis riset tentang tren pasar.
“Berdasarkan data, audiens Indonesia saat ini sangat menyukai film bergenre romansa dan komedi. Oleh karena itu, film seperti Komang hadir untuk memenuhi selera pasar dan memberikan tontonan berkualitas bagi masyarakat,” kata Wamenekraf Irene.
“Dukungan dari penonton sangat penting agar industri perfilman kita terus berkembang. Semakin banyak yang menonton film Indonesia, semakin besar peluang bagi sineas lokal untuk terus berkarya,” imbuh Wamenekraf Irene yang didampingi Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf Agustini Rahayu.
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di bawah kepemimpinan Menekraf/Kabekraf Teuku Riefky Harsya, dalam 5 tahun menargetkan pencapaian 27 juta lapangan kerja khususnya generasi muda, dalam tujuan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.
Dibantu Irene Umar sebagai Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Menekraf Riefky mendorong 17 subsektor ekraf untuk mewujudkan visi-misi Prabowo – Gibran, khususnya Asta Cita nomor 3, yaitu meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, serta mengembangkan industri kreatif. Melalui penguatan ekosistem secara hexahelix, Kementerian Ekraf/Badan Ekraf diyakini akan mampu menjadi the new engine of growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. (Red)















