Hukum Polda dan Kejati Menkaji Dugaan Pembobolan Rp10 Miliar di Bank NTB Syariah

Polda dan Kejati Menkaji Dugaan Pembobolan Rp10 Miliar di Bank NTB Syariah

Mataram, tajam.co.id  – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat dan Kejaksaan Tinggi di wilayah itu mengkaji adanya dugaan pembobolan dana kas senilai Rp10 miliar di Bank NTB Syariah.

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana di Mataram, Selasa mengatakan, pengkajian dilakukan untuk mengetahui perbuatan melawan hukumnya.

“Kita pengin tahu motif dan modusnya seperti apa. Nanti kita akan lihat konstruksi permasalahannya apa,” kata Ekawana.

Karena itu, pihaknya masih menanti laporan resmi dari Bank NTB Syariah. Klarifikasi dengan para pihak terkait masuk dalam agenda pengkajiannya.

“Yang jelas di situ kan ada uangnya daerah. Bisa korupsi, bisa penggelapan dalam jabatan. Kita lihat nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara kejati NTB Dedi Irawan mengatakan bahwa terkait persoalan ini pihaknya belum lama menerima laporan pengaduan dari masyarakat.

“Jadi kita telaah dulu laporannya. Kalau dari isinya itu tentang penggelapan dana,” kata Dedi.

Karenanya, Dedi belum dapat menanggapi lebih banyak. Indikasi yang disebutkan dalam laporan awal akan menjadi arah kejaksaan melakukan pengkajian mendalam.

“Apakah itu masuk ranah korupsi atau perbankan. Kalau ranah korupsi, tetap di kita. Tapi kalau perbankan, itu kewenangan OJK dan kepolisian,” ujarnya.

Bank NTB Syariah sebelumnya mengonfirmasi adanya indikasi penyimpangan dana kas sebesar Rp10 miliar. Modusnya diduga dengan melakukan penarikan dana melalui sejumlah rekening dan ATM.

Muncul dugaan adanya penyalahgunaan kewenangan dari salah satu pegawai dengan jabatan penyelia berinisial PS. Persoalan ini pun muncul ke permukaan media setelah PS pindah jabatan pada Januari lalu.

Bank NTB Syariah juga menyampaikan laporan kepada OJK Perwakilan NTB.

Namun dengan adanya persoalan ini, Direktur Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo meyakinkan bahwa munculnya pembobolan dana kas Rp10 miliar ini tidak sampai merugikan nasabahnya. (Ant)