Dirjen Perumahan Sebut Pembangunan Rusun Yang Sudah Selesai Harus Segera Dihuni

Jakarta – Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Iwan Suprijanto menyatakan pembangunan rumah susun (Rusun) yang sudah selesai harus segera ditindaklanjuti dengan proses penghunian sehingga hal itu diharapkan menjadi perhatian bagi para pejabat terkait.

“Rusun tidak hanya dibangun tapi harus memberikan manfaat dan dihuni oleh masyarakat,” ujar Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto dalam rilis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Iwan memberikan pesan kepada pejabat di lingkungan Ditjen Perumahan Kementerian PUPR salah satunya adalah bagaimana mendorong percepatan penghunian Rusun yang sudah selesai dibangun di sejumlah daerah di Indonesia.

Program perumahan di Indonesia, ujar dia, memerlukan proses percepatan dan tim yang solid sehingga bisa bergerak bersama di lapangan.

“Kami juga berharap pejabat baru no welcome drink dan bisa segera langsung bekerja dan terimakasih juga kepada pejabat sebelumnya yang telah melaksanakan tugas dengan baik,” tutur Iwan.

Sebagai informasi, Aswin Grandiarto Sukahar baru-baru ini telah dilantik sebagai Direktur Rumah Susun Kementerian PUPR. Sebelumnya dirinya menjabat sebagai Kasubdit Kawasan Permukiman Wilayah III Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya dan juga ikut terlibat dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di wilayah Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala), Sulawesi Tengah.

Direktur Rusun Kementerian PUPR yang baru dilantik, Aswin Grandiarto Sukahar menyatakan, dirinya siap menjalankan amahnah sesuai arahan Menteri PUPR dengan memiliki niat dan upaya terbaik serta mencurahkan karya dan kerja nyata di Ditjen Perumahan serta mendukung visi misi pimpinan.

Seperti diketahui, pada Tahun Anggaran 2021, Kementerian PUPR berhasil menyelesaikan 196 tower rumah susun yang terdiri dari 7.075 unit. Pembangunan rusun ini terdiri dari pembangunan Multi Years Contract (MYC) 2020-2021 sebanyak 109 tower yang terdiri dari 4.575 unit dan pembangunan Single Year Contract (SYC) 2021 sebanyak 87 tower terdiri dari 2.500 unit rusun.

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan telah menyelesaikan pembangunan rumah susun MYC 2020-2021 sebanyak 109 tower yang terdiri dari 29 tower rusun untuk Peserta Didik Lembaga Pendidikan Keagamaan Berasrama (LPKB), 33 tower untuk Peserta Didik Perguruan Tinggi, 11 tower untuk MBR, 2 tower untuk pekerja, 27 tower untuk ASN dan 7 tower untuk TNI/Polri.

Sementara pembangunan rusun SYC TA 2021 terdiri dari 87 tower rusun dengan peruntukan 55 tower untuk Peserta Didik LPKB, 19 tower untuk Peserta Didik Perguruan Tinggi, 6 tower untuk MBR, 4 tower untuk TNI dan 3 tower untuk ASN.

Salah satu proyek prioritas yang selesai dibangun secara SYC pada 2021 adalah rusun Politeknik Pekerjaan Umum Semarang dengan Tipe Khusus setinggi 8 Lantai sebanyak dua tower yang terdiri atas 150 unit hunian. Bantuan rumah susun untuk Peserta Didik LPKB mencapai 55 tower rusun yang dibangun melalui skema SYC 2021.(Ant)