Berkomitmen Laksanakan Action Plan, Australia Dukung Keanggotaan Penuh Indonesia dalam Financial Action Task Force

Jakarta – Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi mengadakan pertemuan dengan Deputy Secretary National Security and Criminal Justice Group, Attorney General Department Australia Sarah Chidgey di Canberra pada Rabu (21/06).

Pertemuan dilakukan dalam rangka menghimpun dukungan Australia terhadap keanggotaan penuh Indonesia dalam Financial Action Task Force (FATF). Sebagaimana diketahui, Indonesia saat ini masih berstatus sebagai observer serta merupakan satu-satunya negara anggota G20 yang belum menjadi anggota penuh FATF.

Sebagai badan antar Pemerintah yang dibentuk oleh negara-negara G7, FATF berfungsi untuk penetapan standar dan promosi pelaksanaan yang efektif dari hukum, peraturan dan operasional untuk memberantas pencucian uang, pendanaan terorisme dan ancaman lainnya terhadap integritas sistem keuangan internasional.

“Semakin dekat untuk menjadi anggota FATF, Indonesia berkomitmen penuh untuk melaksanakan Action Plan yang dimonitor oleh Contact Group,” ujar Deputi Edi. Terdapat 8 negara yang termasuk ke dalam Contact Group yakni Australia, Arab Saudi, Amerika Serikat, Perancis, Indonesia, Tiongkok, Jepang, dan Selandia Baru.

Menanggapi pernyataan tersebut, Deputy Sarah menegaskan bahwa Australia mengakui kemajuan signifikan yang dilakukan Indonesia dalam melaksanakan langkah-langkah komprehensif untuk memerangi pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Deputy Sarah menyoroti komitmen Indonesia yang teguh dalam memperkuat integritas sistem keuangan yang selaras dengan standar internasional yang ditetapkan oleh FATF dan menyampaikan dukungan penuh Australia terhadap Indonesia untuk menjadi anggota FATF.

Australia berkomitmen agar kiranya Indonesia dapat diterima sebagai anggota penuh FATF yang disepakati pada sidang Pleno FATF tanggal 23 Juni 2023 atau selambatnya pada sidang pleno FATF bulan Oktober 2023.

Deputi Edi menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Australia untuk upaya Indonesia menjadi keanggotaan penuh dalam FATF. Deputi Edi juga menekankan determinasi Indonesia dalam meningkatkan upaya memerangi pencucian uang, pendanaan terorisme, dan kejahatan keuangan lainnya.

Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Australia untuk memastikan keamanan keuangan dan melawan kejahatan transnasional. Kedua negara berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam mengatasi tantangan keuangan global dan menjaga integritas sistem keuangan masing-masing.

Kedua negara juga akan terus menjalin komunikasi yang erat guna memperkuat kerja sama dalam FATF serta mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan keberhasilan pemberantasan kejahatan keuangan, dan memastikan stabilitas keuangan di kawasan dan dunia. (Red)