Ragam Karhutla Jadi Perhatian, Kodam XIX/Tuanku Tambusai Gelar Tactical Floor Game Virtual

Karhutla Jadi Perhatian, Kodam XIX/Tuanku Tambusai Gelar Tactical Floor Game Virtual

Pekanbaru – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

Instruksi tersebut disampaikan saat memimpin paparan evaluasi dan pemetaan Karhutla di Pusat Komando Pengendalian Operasi (Puskodalops) Markas Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (22/6/2026).

Kegiatan sebagai bagian dari upaya menyelaraskan strategi penanganan Karhutla di seluruh wilayah jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai.

Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa pengendalian Karhutla harus dilakukan secara cepat dan terukur guna mencegah terjadinya kebakaran berskala besar yang berpotensi menimbulkan bencana kabut asap.

“Pengendalian Karhutla tidak boleh terlambat. Kesiapsiagaan, koordinasi, dan respons cepat harus menjadi prioritas utama sehingga setiap potensi kebakaran dapat dicegah dan ditangani secara efektif sejak dini,” tegasnya.

Menurutnya, setiap satuan kewilayahan harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing agar mampu bertindak secara cepat dan tepat ketika menghadapi potensi kebakaran di daerah rawan.

Untuk menguji kesiapan personel dan efektivitas rantai komando, Pangdam juga memimpin langsung Tactical Floor Game (TFG) Virtual melalui fasilitas video conference yang diikuti seluruh komandan satuan di wilayah jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai.

Simulasi tersebut bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor, menguji pola tindak operasional, serta memastikan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai skenario Karhutla di lapangan.

Sebelum terdapat pemaparan tentang perkembangan situasi Karhutla terkini, termasuk analisis tingkat kerawanan wilayah, kondisi cuaca, serta potensi kemunculan titik panas (hotspot) di sejumlah lokasi.

Paparan tersebut menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah antisipatif dan strategi pengendalian yang akan diterapkan di wilayah rawan Karhutla.

Kodam XIX/Tuanku Tambusai membawahi dua wilayah strategis, yakni Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau, yang memiliki karakteristik geografis berbeda, termasuk kawasan lahan gambut dan wilayah kepulauan yang memerlukan penanganan khusus.

Melalui penguatan sistem pengendalian operasi, peningkatan kapasitas personel, serta sinergi bersama pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait lainnya, Kodam XIX/Tuanku Tambusai berkomitmen memperkuat langkah pencegahan dan penanganan Karhutla secara terpadu di wilayah tugasnya. (Red)