Ragam Trauma Healing Ringankan Beban Anak Penyintas Bencana di Padang Panjang

Trauma Healing Ringankan Beban Anak Penyintas Bencana di Padang Panjang

Tajam.co.id, Padang Panjang — Upaya pemulihan pascabencana di Kota Padang Panjang tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik, tetapi juga kesehatan mental para penyintas, terutama anak-anak. Suasana GOR Bancalaweh, Jumat (28/11/2025) lalu, terlihat lebih hidup ketika Relawan Posko Diniyyah Puteri menggelar program trauma healing bagi puluhan anak yang tengah mengungsi.

Kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswi STIT Diniyyah Puteri bersama tim Diniyyah Wafa Care ini dirancang untuk membantu anak-anak kembali stabil secara emosional setelah mengalami guncangan akibat bencana. Sebanyak 70 anak mengikuti rangkaian aktivitas bermain, belajar, dan pendampingan psikososial.

Anak-anak ini berasal dari keluarga yang terdampak paling berat—mulai dari rumah rusak hingga kehilangan anggota keluarga—sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam proses pemulihan.

Koordinator Program, Taufik Rahman, menegaskan pentingnya dukungan psikososial bagi anak-anak selama masa tanggap darurat. “Kegiatan seperti ini memastikan mereka tetap mendapat perhatian, dukungan mental, dan kesempatan untuk kembali ceria meski tinggal sementara di lokasi pengungsian,” ujarnya.

Program trauma healing tersebut mendapat apresiasi dari para orang tua dan warga pengungsian. Mereka berharap kegiatan pendampingan anak bisa terus dilakukan hingga situasi benar-benar pulih, mengingat kondisi psikologis anak merupakan fondasi penting dalam pemulihan jangka panjang.

Dengan inisiatif ini, para relawan berupaya memastikan bahwa di tengah keterbatasan fasilitas dan tekanan pascabencana, anak-anak tetap memiliki ruang aman untuk tersenyum, bermain, dan merasakan kembali kehidupan yang normal. (Red)