Tajam.co.id, Siak – Pemerintah Kabupaten Siak di Provinsi Riau tengah mengenjot terbentuknya Koperasi Merah Putih. Sedikitnya akan terbentuk 131 koperasi yang rata-rata pada sektor perkebunan kelapa sawit.
“Saat ini sudah ada 80 koperasi yang terbentuk. Tinggal sekitar 51 desa lagi yang belum memiliki Koperasi Merah Putih. Totalnya 131 koperasi,” kata Kepala Dinas Koperasi Siak, Arisman, Minggu (22/6).
Arisman mengatakan, Koperasi Merah Putih yang sudah terbentuk rata-rata di sektor perkebunan kelapa sawit. Sebab, Kabupaten Siak memiliki tutupan kelapa sawit yang cukup luas. Karena itu pemerintah daerah terus mendorong agar petani kelapa sawit memiliki lembaga yang kemudian dapat bermitra dengan perusahaan.
“Dengan begitu, harga hasil kebun milik petani tinggi atau sesuai dengan yang ditetapkan Dinas Perkebunan Riau, terutama untuk harga petani mitra swadaya,” jelasnya.
Arisman juga memastikan bahwa proses pembentukan Koperasi Merah Putih tidak akan mengganggu koperasi yang sudah ada. “Jadi, jika desa sudah memiliki koperasi, maka masing-masing akan berjalan secara sendiri-sendiri. Jadi, tidak saling berkaitan,” ujarnya.
Perkebunan kelapa sawit, lanjut Arisman, memang menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Siak. Sebab sektor sawit merupakan penyumbang devisa terbesar negara, yang perlu dimaksimalkan.
“Koperasi Merah Putih di pedesaan khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit lebih produktif jika dibandingkan dengan koperasi di perkotaan. Sebab memiliki produk yang bernilai ekonomis tinggi. Sementara jika di perkotaan kebanyakan koperasi justru lebih cenderung pada simpan pinjam,” pungkasnya. (red)

















