Untuk Cegah Peredaran Narkoba, Lapas Makassar Perbanyak Sidak

Makassar – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Makassar memperbanyak inspeksi mendadak (sidak) baik secara rutin maupun insidentil di seluruh blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) guna mencegah peredaran narkoba.

Kepala Lapas Makassar Hernowo menjelaskan komitmennya memberantas narkoba di dalam lapas antara lain dengan cara memperbanyak sidak baik secara rutin maupun insidentil di blok hunian WBP, secara mandiri maupun bersama dengan Satgas Kamtib Kanwil Kemenkumham Sulsel, Tim aparat penegak hukum (Apgakum) dari unsur BNN, TNI, dan Polri.

Bahkan, Hernowo juga telah membentuk tim khusus untuk mencegah potensi penyelundupan narkoba ke dalam lapas oleh pengunjung, namun selama masa pandemi COVID-19 besukan telah ditiadakan untuk sementara waktu.

“Ini menjadi bukti keseriusan kami dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” kata Hernowo sebagaimana dituangkan dalam rilis yang diterima di Makassar, Kamis (1/7).

Menurut dia, Lapas Makassar telah lama menjalin kerja sama dan koordinasi dengan aparat penegak hukum di Kota Makassar diantaranya BNNP, TNI, dan Polri.

Jalinan kerja sama itu sebagai bentuk komitmen dalam upaya pencegahan potensi peredaran narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan.

Kerja sama tersebut utamanya dalam berbagai kegiatan peningkatan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas, seperti sidak rutin dan dadakan.

Akhir Februari 2021, Kepala Lapas Makassar telah menandatangani MoU dengan pimpinan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan precursor narkotika sebagai bentuk sinergitas antarlembaga yang berkomitmen memerangi narkotika.

Hernowo menambahkan bahwa ia baru saja mengusung inovasi Sombere yaitu Sapa blok rame-rame, untuk mencegah eredaran Narkoba dan benda lainya yang dilarang masuk ke dalam Lapas.

Petugas melaksanakan operasi ke seluruh blok kamar hunian WBP dan melakukan tes urine secara acak kepada WBP yang dicurigai.

Selain sidak, juga bermanfaat dalam membangun komunikasi antara petugas dan WBP untuk menampung keluhan dan saran WBP dalam menjalani pembinaan di dalam lapas.

“Pencegahan juga dilakukan melalui pembinaan kepribadian dengan pendekatan program keagamaan untuk mengubah mindset WBP dan membangun kesadaran keberagamaan,” ujarnya. (Ant)