Lebong – DPRD Kabupaten Lebong mendukung program swasembada pangan di Kabupaten Lebong. Untuk membuktikan hal tersebut, Sekretariat DPRD Kabupaten Lebong mengambil Langkah nyata dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar perkantoran untuk ditanami kedelai, Kamis (3/9/2026).
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi resmi Bupati Lebong, H. Azhari, SH., MH., yang beberapa waktu lalu menginstruksikan penguatan ketahanan pangan regional melalui peluncuran Program Optimasi Lahan (OPLAH) Non-Rawa dan pengukuhan Brigade Swasembada Pangan. Aksi penanaman perdana komoditas kedelai dan padi secara serentak ini menjadi wujud nyata percepatan target swasembada pangan daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Lebong, Carles Ronsen, S.Sos., menyatakan pihaknya memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap instruksi serta program yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Lebong. “Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh instruksi dan program Bupati-Wakil Bupati dalam upaya percepatan pangan serta tercapainya kedaulatan pangan daerah,” ujar Carles Ronsen.
Lebih lanjut, Carles menegaskan bahwa komitmen ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Lebong untuk menghantarkan masyarakat menuju kabupaten yang Maju, Berkeadilan, Berdaya Saing, dan Berwawasan Lingkungan. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun di lapangan, luasan lahan yang berhasil dimanfaatkan dan ditanam kedelai oleh jajaran Sekretariat DPRD mencapai kurang lebih 5.000 meter persegi.
Program OPLAH Non-Rawa sendiri telah dilaunching secara resmi oleh Bupati Azhari pada 24 September 2025 di Balai Benih Padi dan Palawija Desa Sukabumi, Kecamatan Lebong Sakti. Pada peluncuran tersebut, dilakukan penanaman kedelai perdana di lahan seluas 5 hektare dengan dukungan 240 kilogram bibit yang disediakan oleh pihak swasta yang telah bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Lebong. Pihak swasta juga berkomitmen untuk menyerap hasil panen dengan harga pasar, sehingga petani tidak perlu khawatir soal pemasaran.
Selain penanaman, momen tersebut juga ditandai dengan pengukuhan Brigade Swasembada Pangan (SP) dan penyerahan surat kelompok tani yang tersebar di 12 kecamatan se-Kabupaten Lebong. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lebong, Hedi Parindo, SE., menambahkan bahwa Program OPLAH berbasis padat karya di Kabupaten Lebong terdiri dari 123 kelompok penerima yang tersebar di 12 kecamatan, meliputi Kelompok Tani, Gapoktan, dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, Ketua DPRD Lebong masyarakat memanfaatkan lahan kosong di sekitar perkantoran dan pekarangan rumah, diharapkan program ini dapat memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Lebong.
Bupati Azhari dalam peluncuran program sebelumnya menegaskan bahwa penanaman ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata menuju kemandirian pangan. (Adv)

























